Senin, 01 Juli 2019

Kapan Kista Jinak Berpotensi Menjadi Ganas?

Kebanyakan Kista Ovarium tidak berbahaya. Tetapi ada juga kista ovarium ganas. Karena kehadiran yang sering tanpa gejala, kista ovarium yang sebelumnya jinak dapat menjadi ganas.

Apa ciri-ciri kista jinak yang berpotensi menjadi ganas?



Kista ovarium mengandung cairan yang tumbuh di indung telur (indung telur). Dapat kista ovarium berbahaya dan dapat dihapus dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. Kehadirannya pun lilac tidak dapat dilihat.

Kista telah memecahkan, memecahkan, atau menyelamatkan suplai darah ke ovarium. Jika sudah pindah, maka Anda akan mengalami gejala-gejala seperti:

  • Perut kembung
  • Lilac buang air kecil
  • Perubahan siklus menstruasi
  • Sakit melepaskan demam atau muntah
  • Gangguan pencernaan atau mudah kenyang padahal Anda hanya makan sedikit
  • Nyeri saat buang air besar
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual

Bayangkan kista ovarium jinak lalu ganas sulitkan dikenali karena kemiripannya. Namun jika Anda mendapati gejala di atas penurunan berat badan, demam, kaki bengkak, lalu sesak nafas, Anda perlu segera ke dokter lalu diperiksa.

Seorang wanita yang telah menopause lebih banyak memiliki kanker payudara. Menopause didefinisikan sebagai berhentinya siklus menstruasi seorang wanita. Diharapkan terjadi pada wanita yang menghadiri 50 tahunan.

Jenis kista ovarium


Sebagian besar Kista Ovarium bukanlah kanker. Kista yang berhubungan dengan menstruasi disebut kista fungsional dan terdapat pada sekitar 24 persen kasus. Kista fungsional umumnya tidak membutuhkan perawatan karena menghilang dengan sendirinya. 70 persen kista ovarium berpotensi menyebabkan penyakit, tetapi bersifat jinak. Akhirnya, kista jahat. Sekitar 6 persen kista yang ditemukan di ovarium ganas dan memiliki sel kanker. Berikut ini adalah berbagai jenis kista dan penjelasannya:

  • Kista fungsional

Jenis kista ini terbagi dua, yaitu kista folikular dan kista corpus luteum. Kehadirannya adalah bagian dari siklus menstruasi pasien. Secara umum, kista jenis ini tidak akan menimbulkan rasa sakit dan akan hilang tanpa perawatan khusus dalam beberapa bulan.

  • Kista jinak

Berbeda dengan kista fungsional, kista jenis ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Ada banyak jenis kista jinak, termasuk kista dermoid, kista cystadenoma dan kista endometrioma. Setiap kista jinak memiliki potensi untuk mengembangkan kanker ovarium. Itu sebabnya biasanya diangkat dengan operasi atau diperiksa secara berkala, karena sesuatu dapat hilang tanpa perawatan medis.

Kista dermoid sering terjadi pada wanita muda. Kista ini bisa menghilang dengan sendirinya jika ukurannya masih kecil. Kista jenis ini jarang berkembang menjadi kanker. Berbeda dengan sistadenoma dan endomentrioma. Kedua jenis ini diklasifikasikan sebagai jinak. Namun, keduanya juga berpotensi memiliki sel kanker.

  • Kista berbahaya

Kista ini mengandung sel kanker yang menyebabkan kanker ovarium. Secara umum, kista ganas terdiri dari kista jinak yang menjadi ganas karena mereka terlambat dirawat.

Bagaimana cara mendeteksi kista ganas?


Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah kista yang Anda miliki dapat menyebabkan kanker.

Tes darah CA-125. Tingkat CA-125 pada pasien kanker ovarium umumnya tinggi. Anda berpotensi memiliki kista kanker jika kadar CA-125 Anda tinggi. Namun, ini bukan satu-satunya tolok ukur. Tingkat CA-125 wanita juga dapat meningkat selama menstruasi, hamil, mengalami radang panggul atau endometriosis.

Ultrasonografi atau ultrasonografi. Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk mendeteksi jenis, bentuk, ukuran dan lokasi kista.

Biopsi. Meskipun umumnya digunakan untuk mendeteksi kanker, prosedur ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi lain, seperti kista. Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel sejumlah jaringan dari bagian tubuh untuk penyelidikan lebih lanjut. Penelitian ini penting untuk menilai apakah gangguan itu jinak atau ganas.

Anda tidak dapat menggunakan satu metode untuk mendeteksi apakah kista tersebut ganas atau tidak. Tiga masalah di atas harus dilihat secara bersamaan untuk menentukan langkah-langkah untuk menangani kista yang sesuai dengan kondisi Anda. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui perkembangan kista Anda.


Sumber : Alodokter.com

Rabu, 19 Juni 2019

Ada 5 Tips Menjaga Rahim Agar Tetap Sehat


Ada 5 Tips Menjaga Rahim Agar Tetap Sehat | Rahim adalah organ reproduksi wanita yang berlaku di sebagian besar mamalia, termasuk manusia. Salah satu ujungnya adalah leher rahim yang membuka ke dalam vagina, dan ujung lainnya yang lebih lebar, yang dianggap tubuh rahim, dihubungkan ke saluran tuba di kedua sisi. Rahim dalam berbagai bentuk dan ukuran pada organisme yang berbeda. Pada manusia itu berbentuk buah pir dan seukuran telur ayam. Beberapa organisme seperti kucing dan babi dan jenis karnivora lainnya memiliki rahim bipartit. 



Rahim ditempatkan di pelvis dan dorsal (dan biasanya sedikit kranial) ke kandung kemih dan ventral ke rektum. Rahim ditahan di tempat oleh berbagai ligamen. Di luar kehamilan, diameternya hanya beberapa sentimeter. Rahim sebagian besar terdiri atas otot. Lapisan jaringan permanen terdalam disebut lapisan rahim. Pada sebagian besar mamalia, termasuk manusia, lapisan rahim membuat lapisan pada waktu-waktu tertentu dan, jika tidak terjadi kehamilan, dilepaskan atau diserap kembali.

Berikut Ini Cara Dan Tips Menjaga Rahim Agar Tetap Sehat

1. Hindari kebiasaan menahan buang air kecil

Biasakan buang air kecil sebanyak mungkin jika ada kesempatan, Bu. Hindari menunda terutama sampai kandung kemih terasa terlalu penuh. Menahan air seni dengan banyak bakteri dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Infeksi ini kemudian dapat menyebar ke vagina dan daerah panggul jika telah menumpuk.

Jika kandungannya beracun dan bakteri ini telah berada dalam sistem reproduksi terlalu lama, tubuh dapat menyerapnya lagi dan menyebabkan penyakit.

Selain itu, saluran kandung kemih yang sering semakin besar juga dapat menyebabkan tekanan pada rahim. Tekanan ini kemudian dapat menggeser rahim ke posisi yang benar.

2. Jangan terlalu sering duduk

Jika Anda memiliki banyak pekerjaan di kantor, cobalah untuk berdiri secara teratur dan berjalan kaki secara teratur. Tahukah Anda bahwa kebiasaan duduk terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan organ reproduksi, termasuk rahim?

Ya, duduk terlalu lama dapat menghambat aliran darah di daerah panggul. Pada akhirnya, kondisi ini juga dapat menyebabkan dinding rahim menjadi lebih tebal dan risiko endometriosis meningkat. Endometriosis adalah penyakit pada sistem reproduksi wanita, di mana lapisan rahim tumbuh di luar rongga rahim.

Itu sebabnya Mama didorong untuk lebih aktif dan bergerak saat berada di kantor. Lakukan setidaknya satu jam sekali, dengan istirahat sekitar 5 hingga 10 menit, Ma.

3. Atur pola makan

Memenuhi kebutuhan nutrisi dari sumber yang tepat juga merupakan cara untuk menjaga kesehatan rahim. Dua nutrisi yang paling penting adalah asam folat dan beta-karoten. Keduanya dapat diperoleh dari sumber biji-bijian seperti quinoa, millet dan gandum. Sumber lainnya adalah sayuran seperti asparagus, brokoli, katuk dan wortel.

Mama juga dianjurkan untuk mengonsumsi asupan yang kaya akan vitamin C dan vitamin E. Beberapa sumber mengandung jeruk, roti, dan biji-bijian.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi terlalu banyak daging merah lebih berisiko mengembangkan fibroid (tumor jinak di dalam rahim), dibandingkan dengan wanita yang secara teratur mengonsumsi sayuran hijau. Para ahli juga merekomendasikan agar Anda makan lebih banyak sayuran hijau untuk menjaga kesehatan organ reproduksi Anda.

4. Perbaiki pola tidur

Sering tidur dan membuat pola tidur tidak teratur adalah salah satu hal yang dapat mengganggu siklus hormon wanita. Mama disarankan sebisa mungkin menjaga stabilitas pola tidur. Cobalah tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.

Dengan cara ini, hormon dalam tubuh menjadi lebih stabil. Stabilitas ini juga memengaruhi hormon reproduksi Mama. Fungsi rahim juga akan lebih sehat.

Tidur yang teratur juga membuat tubuh lebih rileks dan jauh dari stres. Seperti yang Anda ketahui, stres adalah salah satu hal yang dapat mengganggu keadaan organ dalam tubuh Mama.

5. Kurangi asupan makanan kemasan

Tidak ada yang lebih sehat daripada makanan yang dimasak di rumah. Meskipun makan makanan kemasan lebih praktis dan hemat waktu, kebiasaan ini dapat membahayakan kesehatan organ reproduksi Mama.

Sebagian besar makanan kemasan mengandung pemanis, perasa dan pengawet yang, jika dikumpulkan, dapat berbahaya bagi tubuh. Ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Jadi, makanlah makanan alami sebanyak mungkin.

Itulah penjelasan tentang "5 Tips Menjaga Rahim Agar Tetap Sehat" yang bisa kami tulis dalam kesempatan kali ini, Semoga artikel diatas bisa membantu anda dalam menjaga rahim agar tepat sehat dan subur, terimakasih dan salam sehat dari kami :)

Kapan Kista Jinak Berpotensi Menjadi Ganas?

Kebanyakan Kista Ovarium tidak berbahaya. Tetapi ada juga kista ovarium ganas. Karena kehadiran yang sering tanpa gejala, kista ovarium yang...